Edward Hutabarat mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan proses pembuatan batik, bukan sekadar mengagumi keindahan batik secara fisik. Sebab, menurut desainer yang berkolaborasi dengan PT Kao Indonesia mengampanyekan "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar" ini, ada kisah panjang di balik pembuatan batik yang perlu diketahui oleh masyarakat pengguna batik.
Hal sederhana yang mungkin belum Anda ketahui, misalnya, batik ternyata bukan hanya dikerjakan oleh perempuan pembatik yang duduk di dingklik (bangku pendek) sambil melukisi kain mori dengan lilin malam. Sehelai kain batik bisa dikerjakan oleh empat hingga lima orang. Dari pembuat pola di kertas, pembatik, hingga pemberi warna dan penglorod.
Bila diurut-urut, proses membatik adalah sebagai berikut:
1. Nyungging, yaitu membuat pola atau motif batik pada kertas. Tidak semua orang bisa membuat motif batik, sehingga pola ini dibuat oleh spesialis pola.
2. Njaplak, memindahkan pola dari kertas ke kain.
3. Nglowong, melekatkan malam di kain dengan canting sesuai pola. Pada tahap ini, motif batik akan mulai tampak.
4. Ngiseni, memberikan motif isen-isen (isian) atau variasi pada ornamen utama yang sudah dilengreng atau dilekatkan dengan malam menggunakan canting.
5. Nyolet, mewarnai bagian-bagian tertentu dengan kuas. Misalnya, gambar bunga atau burung yang muncul di sana-sini.
6. Mopok, menutup bagian yang dicolet dengan malam. Tahap ini diiringi dengan nembok, atau menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai.
7. Ngelir, melakukan proses pewarnaan kain secara menyeluruh.
8. Nglorod, proses pertama meluruhkan malam dengan merendam kain di dalam air mendidih.
9. Ngrentesi, memberikan cecek atau titik pada klowongan (garis-garis gambar pada ornamen utama). Untuk menghasilkancecekan yang halus, digunakan canting dengan jarum yang tipis.
10. Nyumri, menutup kembali bagian tertentu dengan malam.
11. Nyoja, mencelupkan kain dengan warna coklat, atau sogan. Batik sogan adalah batik yang berwarna dasar coklat, seperti batik yogya atau batik solo.
12. Nglorod, proses peluruhan malam kembali dengan cara merendam kain di dalam air mendidih.
Di kota-kota yang dikenal sebagai kota batik, seperti Pekalongan, orang tidak asing dengan kegiatan membatik karena biasanya sudah ada kesibukan membatik di rumahnya. "Karena itu, tidak ada lagi pelajaran atau pelatihan membatik di sini. Semua sudah mengetahui dasar-dasar membatik. Hanya saja, mereka harus diseleksi. Yang diterima tentu saja yang teknik membatiknya sudah cukup baik," ujar Nur Cahyo (45), pemilik Batik Cahyo, saat dijumpai di balai kerjanya di Desa Setono, Pekalongan, Desember lalu.
Setiap pembatik umumnya mempunyai canting sendiri. Menurut Liem Poo Hien, pengelola Batik Liem Ping Wie di kawasan Kedungwuni, bila pembatik menggunakan canting milik orang lain, hasilnya bisa berubah. "Canting itu kayak baju, yang dipakai orang lain. Kalau canting dipakai orang lain, bisa-bisa berantem," selorohnya.
Tampilkan postingan dengan label Perawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 April 2013
Mengenali Batik Tulis, Cap, dan Print
Batik kian mudah dicari, mulai dari kios-kios pedagang kaki lima, toko-toko di trade center, bazaar, butik, hingga pusat perbelanjaan nan mewah. Harganya pun bervariasi, dari yang Rp 20.000-an hingga yang jutaan rupiah. Harga batik ini kadang-kadang ditentukan oleh jenis batik tersebut.
Batik sesuai dengan pengerjaannya dibagi menjadi tiga jenis: batik tulis, batik cap, dan batik print. Sepintas, ketiganya hampir mirip. Akibatnya, sebagai orang awam kita cenderung salah menilai batik yang kita beli.
Berikut adalah cara membedakan jenis batik yang diberikan oleh Nasir, salah seorang pembatik di Museum Tekstil Jakarta, usai peresmian Clean Batik Initiative yang dihelat oleh Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan EKONID-Jerman,
* Batik tulis
Ciri-ciri: Corak atau motif batik tidak terlalu rapi, karena batik dikerjakan dengan tangan (manual). Corak dan warna batik tulis antara kain bagian depan dan belakang terlihat jelas, meskipun antara corak yang satu dan yang lain terkadang tidak sama. Batik jenis ini juga memiliki wangi yang khas karena proses pembatikan menggunakan lilin khusus. Bahannya dari kain katun, kain mori, atau kain sutra. Harga batik tulis relatif mahal karena pengerjaan selembar kain batik bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan.
* Batik cap
Ciri-ciri: Corak besar-besar dan teratur (sama). Warnanya cenderung terang dan cerah (bukan warna-warna alam). Warna bagian depan kain terlihat jelas, sedangkan bagian belakang kain terlihat buram. Kain yang digunakan cenderung kaku meskipun terkadang batik cap juga menggunakan kain sutra dan kain katun mori.
* Batik print
Ciri-ciri: Umumnya mencontoh desain batik yang sudah ada, dari batik tradisional hingga batik modern. Warna batik printingkebanyakan tidak tembus karena proses pewarnaannya satu sisi saja yaitu bagian depan kain. Menggunakan berbagai macam kain namun jarang menggunakan kain sutra atau kain mori. Harganya cenderung murah.
Batik sesuai dengan pengerjaannya dibagi menjadi tiga jenis: batik tulis, batik cap, dan batik print. Sepintas, ketiganya hampir mirip. Akibatnya, sebagai orang awam kita cenderung salah menilai batik yang kita beli.
Berikut adalah cara membedakan jenis batik yang diberikan oleh Nasir, salah seorang pembatik di Museum Tekstil Jakarta, usai peresmian Clean Batik Initiative yang dihelat oleh Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan EKONID-Jerman,
* Batik tulis
Ciri-ciri: Corak atau motif batik tidak terlalu rapi, karena batik dikerjakan dengan tangan (manual). Corak dan warna batik tulis antara kain bagian depan dan belakang terlihat jelas, meskipun antara corak yang satu dan yang lain terkadang tidak sama. Batik jenis ini juga memiliki wangi yang khas karena proses pembatikan menggunakan lilin khusus. Bahannya dari kain katun, kain mori, atau kain sutra. Harga batik tulis relatif mahal karena pengerjaan selembar kain batik bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan.
* Batik cap
Ciri-ciri: Corak besar-besar dan teratur (sama). Warnanya cenderung terang dan cerah (bukan warna-warna alam). Warna bagian depan kain terlihat jelas, sedangkan bagian belakang kain terlihat buram. Kain yang digunakan cenderung kaku meskipun terkadang batik cap juga menggunakan kain sutra dan kain katun mori.
* Batik print
Ciri-ciri: Umumnya mencontoh desain batik yang sudah ada, dari batik tradisional hingga batik modern. Warna batik printingkebanyakan tidak tembus karena proses pewarnaannya satu sisi saja yaitu bagian depan kain. Menggunakan berbagai macam kain namun jarang menggunakan kain sutra atau kain mori. Harganya cenderung murah.
Membedakan Jenis Batik Lewat Batik Mark
Walaupun batik telah jadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, nyatanya tak mudah untuk membedakan antara batik tulis, batik cap, batik print atau mana kain batik kombinasi tulis dan cap. Akibatnya tak sedikit konsumen yang tertipu oleh ulah nakal para pedagang batik yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dalam membedakan batik.
"Banyak yang kapok membeli batik karena ditipu penjualnya yang mengatakan produknya adalah batik tulis, padahal bukan," kata Yusran M. Munaf dari Yayasan Batik Indonesia.
Untunglah pemerintah segera tanggap. Sejak tahun lalu pemerintah melalui Departemen Perindustrian Direktoral Jenderal Industri Kecil dan Menengah mengeluarkan Batik Mark. Penggunaan label batik mark diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 73/M-IND/PER/9/2007, tetapi bersifat sukarela bagi pengusaha/perajin batik.
"Batik mark ini mencontoh bahan wool yang juga menggunakan cap untuk membedakan mana yang bahan wool asli dan bukan," kata Yusran dalam seminar bertajuk Batik Masa Kini yang diselenggarakan oleh Ikatan Perancang Mode Indonesia, beberapa waktu lalu.
Batik mark ini bentuknya seperti label berukuran 2 cm ini ditandai dengan logo "batik Indonesia" di atas warna dasar hitam. Ada tiga jenis batik mark yang masing-masing dipakai untuk membedakan tiga jenis batik, yaitu menggunakan tulisan warna emas untuk batik tulis, warna perak untuk batik kombinasi cap dan tulis, serta tulisan warna putih untuk batik cap.
Sertifikat penggunaan batik mark ini dikeluarkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Setiap pengusaha batik boleh mengajukan penggunaan batik mark, namun sebelumnya mereka harus lolos pengujian yang disyaratkan. Sayangnya, belum banyak pengusaha yang memanfaatkan batik mark. Padahal, dengan adanya label ini kita sebagai konsumen akan semakin yakin terhadap keaslian dan mutu produk yang dibeli.
"Banyak yang kapok membeli batik karena ditipu penjualnya yang mengatakan produknya adalah batik tulis, padahal bukan," kata Yusran M. Munaf dari Yayasan Batik Indonesia.
Untunglah pemerintah segera tanggap. Sejak tahun lalu pemerintah melalui Departemen Perindustrian Direktoral Jenderal Industri Kecil dan Menengah mengeluarkan Batik Mark. Penggunaan label batik mark diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 73/M-IND/PER/9/2007, tetapi bersifat sukarela bagi pengusaha/perajin batik.
"Batik mark ini mencontoh bahan wool yang juga menggunakan cap untuk membedakan mana yang bahan wool asli dan bukan," kata Yusran dalam seminar bertajuk Batik Masa Kini yang diselenggarakan oleh Ikatan Perancang Mode Indonesia, beberapa waktu lalu.
Batik mark ini bentuknya seperti label berukuran 2 cm ini ditandai dengan logo "batik Indonesia" di atas warna dasar hitam. Ada tiga jenis batik mark yang masing-masing dipakai untuk membedakan tiga jenis batik, yaitu menggunakan tulisan warna emas untuk batik tulis, warna perak untuk batik kombinasi cap dan tulis, serta tulisan warna putih untuk batik cap.
Sertifikat penggunaan batik mark ini dikeluarkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Setiap pengusaha batik boleh mengajukan penggunaan batik mark, namun sebelumnya mereka harus lolos pengujian yang disyaratkan. Sayangnya, belum banyak pengusaha yang memanfaatkan batik mark. Padahal, dengan adanya label ini kita sebagai konsumen akan semakin yakin terhadap keaslian dan mutu produk yang dibeli.
Selasa, 16 April 2013
Belajar Membatik di Museum Danar Hadi
Cobalah mampir ke Museum Batik Danar Hadi, Solo, Jawa Tengah, jika Anda berkesempatan berwisata ke daerah ini. Di sana pengunjung bisa belajar membatik sambil melihat proses pembuatan batik tulis dan cap. Mulai dari awal pembuatan batik digambar sketsa desainnya sampai pencelupan dan penjemuran batik.
Saat pengunjung datang, pemandu akan mempersilahkan masuk ke dalam Museum Danar Hadi untuk melihat koleksi batik yang jumlahnya ratusan lembar batik. Batik-batik ini ditata ala arsitek Jawa dengan mebel-mebel ukiran Jawa. Di dinding terdapat hiasan foto-foto noni-noni Belanda mengenakan kain batik.
Wangi bunga sedap malam dan aroma melati menyelimuti museum. Penggunaan bunga tersebut selain untuk pajangan ruangan juga untuk meningkatkan kualitas koleksi batik agar awet batik. Pengunjung dilarang keras memegang kain-kain yang dipamerkan karena tangan manusia mengandung garam yang dapat merusak kain.
Dari sekitar 700 lembar koleksi batik ada beberapa koleksi batik yang terbagi dari beberapa jenis era. Ada era batik Belanda, Cina, dan Jawa. Batik yang menonjol adalah koleksi Keraton Surakarta, Mangkunegaran, Pakualam, dan Yogyakarta. Ada pula koleksi batik Mantan Presiden Megawati, dan Iwan Tirta yang merupakan seorang pakar batik sutera.
Ada pula pajangan alat-alat kimia bahan pembuatan batik antara lain lilin dan alat-alat proses pembuatan batik seperti canting, kain mori, serta alat cap batik. Perjalanan proses kain mori putih asli mulai digambar sketsa sampai menjadi batik tulis, juga ada.
Setelah puas melihat museum, pengunjung bisa melihat proses pembuatan batik tulis dan cap. Pengunjung bisa mendekati karyawan yang jumlahnya ratusan saat tengah bekerja membatik tulis atau membatik cap untuk diajak bercakap-cakap mengenai proses pembuatan batik.
Ruangannya terbuka untuk dikunjungi sampai ke dalam pabriknya. Mereka dengan ramah memberi penjelasan proses pembuatan batik. Setelah batik selesai ditulis dan dicap, batik kemudian mendapat proses pewarnaan, lalu dicelup dan dijemur sampai kering.
Inilah saat yang ditunggu-tunggu yaitu belajar membatik. Museum sudah menyediakan kain mori putih yang diberi sketsa gambar bunga-bunga. Bahan cairan malam sudah dipanaskan dan canting telah disiapkan.
Mulailah pemandu mengajari cara membatik. Canting dicelup di malam kemudian canting ditiup barulah dimainkan mengikuti motif batik di kain mori yang sudah disiapkan. Ternyata membatik memerlukan ketelatenan dan ketekunan tersendiri.
Pengunjung memerlukan satu jam tersendiri untuk belajar membatik bunga yang ukurannya hanya 30 meter persegi. Jadi maklum saja jika harga batik tulis mahal karena selembar batik memang perlu waktu yang cukup lama. Sebagai gambaran, satu bulan waktu yang diperlukan untuk membatik ukuran kain panjang 3 meter secara tulis
Sambil Pelesir Sekaligus Belajar Membatik
Wisata ke pantai atau mal sudah biasa kita lakukan. Nah, cobalah mencari alternatif wisata lain agar liburan pun tak terasa monoton. Konsep edukasi pada saat liburan dapat membuat wisata lebih bermanfaat. Salah satu kegiatan wisata yang bisa Anda coba adalah belajar membatik. Selain dapat membuat kita cinta akan budaya batik Indonesia kita juga dapat ilmu bagaimana cara membuat batik.
Indonesia yang mempunyai beragam batik, selalu menyediakan tempat-tempat untuk kursus batik bagi pemula maupun profesional. Anda bisa juga mencoba kursus kilat untuk sekadar berkenalan dengan batik. Berikut tempat-tempat belajar batik.
Museum Tekstil Jakarta. Di Museum Tekstil Jakarta, pengunjung bisa melihat keindahan corak batik dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar membatik. Museum ini berlokasi di Jl KS Tubun No 4, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di sini tersedia workshop membatik. Mulai dari proses menggambar batik, mencanting, hingga proses mewarnai kain batik. Biaya untuk kursus kilat dan kursus lanjuta berbeda. Anda bisa memulai dengan membuat batik di sapu tangan.
Sanggar Jawa Jawi Java, Jakarta. Sanggar Jawa Jawi merupakan sanggar budaya yang juga menyediakan program belajar membatik. Di sini tersedia beragam kelas batik seperti mulai dari dasar hingga profesional.
Ada beberapa kelas seperti Kelas Batik, Kelas Intermediate, Kelas Advance, dan One Day Course. Untuk sekadar berkenalan dengan teknik membatik, Anda bisa memulainya dengan mengambil kelas One Day Course.
Museum Layang-layang, Jakarta. Walau museum tersebut memamerkan aneka koleksi layang-layang, museum ini juga memberikan program belajar membatik. Museum terletak di Jl H Kamang No 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Hanya saja, sebaiknya Anda datang dalam berkelompok. Karena workshop membatik diberikan untuk minimal 10 orang. Biaya kursus kilat membatik tersebut dikenakan harga mulai dari Rp 35.000.
Museum Batik Yogyakarta. Yogyakarta memang salah satu daerah di Jawa yang identik dengan batik. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk belajar batik di Yogyakarta. Salah satu tempat yang bisa Anda datangi adalah Museum Batik Yogyakarta.
Museum yang terletak di Jl Dr Soetomo 13-A, Yogyakarta, menawarkan paket belajar membatik secara kilat ataupun yang disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya per jam atau per paket untuk lima pertemuan.
Batik Rosso, Yogyakarta. Beberapa desa wisata di daerah Yogyakarta biasanya menawarkan praktek membatik. Begitu pun dengan galeri-galeri batik. Salah satunya adalah Batik Rosso di Jalan Wonosari, Bantul, Yogyakarta.
Galeri batik tersebut menawarkan pengunjung untuk belajar membatik. Selain itu, pengunjung dapat melihat langsung proses membatik sampai penjemuran. Juga proses pembuatan pewarna alami yang dipakai dalam pembuatan kain batik.
Kampung Batik Kauman, Solo. Banyak sekali tempat-tempat yang bisa Anda kunjungi untuk berwisata batik di Solo. Di Solo terdapat 2 kampung batik yang sangat terkenal, yakni Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman. Kampung Batik Kauman merupakan kampung batik yang terletak tak jauh dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Di tempat ini, pengunjung bisa belajar bagaimana cara membatik. Selain bisa belajar menggoreskan canting bermalam di atas kain, kita juga bisa belajar tentang beraneka ragam batik dan sejarahnya.
Terdapat dua tempat favorit yang biasa dikunjungi saat singgah di Kampung Batik Kauman. Kedua tempat itu adalah Rumah Batik Soga dan Batik Kaoeman. Letak antara Batik Soga dengan Batik Kaoeman sangat berdekatan, sekitar 5 menit berjalan kaki.
Hasan Batik, Bandung. Di Bandung juga ada tempat untuk belajar membatik. Salah satu tempat belajar belajar membatik yang terkenal di Bandung adalah Hasan Batik Bandung.
Hasan Batik terletak di Jl Cigadung Raya Timur No 133 Bandung. Di sini terdapat workshop dan paket kursus membatik. Workshop membatik menyediakan paket-paket yang bisa dipilih dengan waktu berlangsung selama 2-3 jam.
Sanggar Batik Katura, Cirebon. Cirebon memiliki motif batik khas tersendiri. Jika tertarik mengenal lebih dalam Batik Cirebon termasuk belajar membatik, Anda bisa mengunjungi daerah Trusmi di Kecamatan Plered, Cirebon.
Di sana Anda akan menemukan Sanggar Batik Katura, selain berbelanja batik khas Cirebon di tempat ini, Anda bisa minta diajarkan teknik membatik. Tempat ini biasa menerima rombongan wisatawan yang ingin workshop kilat membatik.
Kampung Batik Semarang. Ingin belajar proses pembuatan batik khas Semarang? Anda bisa mengunjungi Kampung Batik Semarang yang berada dekat dengan Bundaran Bubakan, Semarang. Di sini, pengunjung akan menemukan banyak tempat produksi batik rumahan. Adapula tempat memamerkan batik dan tempat workshop bagi pengunjung untuk belajar membatik.
Batik Adalah Ekpresi Budaya Masyarakat Indonesia
Pekalongan, Batik adalah ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis yang unik dan nilai estetika yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Keunikan yang indah itu merupakan salah satu pembentuk karakter bangsa Indonesia yang membedakan kita dengan bangsa lain sehingga dapat menjadi identitas dan jati diri bangsa. Demikian dijelaskan Ibu Ani Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Hari Batik Nasional 2011 di Lapangan Jetayu, Kota Pekalongan, Senin (3/10) siang.
"Dengan adanya identitas dan jati diri yang melekat pada bangsa Indonesia, kita akan semakin percaya diri untuk berdiri tegak diantara bangsa-bangsa lain di dunia. Apalagi ketika Unesco telah menetapkan batik menjadi warisan budaya tak benda bagi kemanusiaan pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, membuat kita semakin semangat untuk melestarikannya. Semangat itu tumbuh subur pada masyarakat Indonesia. Salah satunya kita buktikan dengan kehadiran kita di Pekalongan hari ini yang juga merupakan rangkaian World Batik Summit 2011," ujar Ibu Ani.
Batik juga memegang peran yang penting dalam perekonomian Indonesia sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi rakyat. "Industri batik telah menyerap tenaga kerja yang sangat besar, dari proses pembuatannya hingga pemasarannya. Bahkan di era globalisasi sekarang ini, di dalam negeri batik memiliki pangsa pasar yang besar. Kreativitas pembatik dalam menciptakan pola, desain dan fungsi batik telah mampu bersaing dalam pasar nasional maupun global," terangnya.
"Semua potensi dan bakat dalam bidang batik juga harus didukung dengan pengembangan kapasitas di setiap mata rantai pembuatan batik. Penguasaan menejemen mulai dari produksi, pemasaran, hingga pelayanan purna jual perlu terus ditingkatkan. Kita juga perlu memperhatikan aspek lain seperti regenerasi pembatik, pembuat cap dan canting, memfasilitasi perlindungan kepada hak kekayaan intelektual, mendukung pengembangan desain dan kualitas menejemen limbah," Ibu Ani menerangkan.
Satu hal yang khas dalam proses produksi batik, menurut Ibu Ani adalah tingginya keterlibatan perempuan. "Mayoritas pembatik adalah perempuan, baik yang bekerja di rumah atau di sentra produksi. Fakta ini menunjukkan bahwa perkembangan industri batik sejalan dengan usaha pemberdayaan perempuan yang berarti pula peningkatan kesejahteraan perempuan. Proses pembatikan yang dilakukan perempuan di rumahnya masing-masing juga merupakan sarana efektif dalam pewarisan budaya batik kepada generasi berikutnya. Mereka akan tambah bersemangat jika hasil karyanya dibeli dan digunakan orang," ujar Ibu Ani.
"Oleh karena itu, mari kita dorong kaum perempuan tidak hanya memproduksi batik tapi juga memasarkan sehingga kesejahteraannya meningkat," jelas Ibu Ani.
Sementara itu Dalam sambutannya, Walikota Pekalongan Mohammad Basyir Ahmad berharap kedatangan Ibu Ani dan Ibu Herawati ke Kota Pekalongan dapat meningkatkan citra batik Pekalongan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional. "Terima kasih Ibu, Ibu Ani dan Ibu Herawati sudah menyumbangkan koleksi batiknya kepada Museum Batik yang diresmikan pada tanggal 12 juli 2006 oleh Bapak Presiden SBY. Semoga Museum Batik semakin ramai dikunjungi masyarakat," ujar Basyir Ahmad.
Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa Pekalongan merupakan salah satu sentra batik utama di Indonesia. "Pekalongan mempunyai potensi untuk mengembangkan batik karena didukung pengrajin batik yang handal, ketersediaan bahan baku, dan distribusi pemasaran yang handal. Pekalongan adalah bandar batik terbesar di Indonesia," kata Mari.
"Kita patut bergembira dengan perkembangan batik di tanah air selama beberapa tahun terakhir. Kalau kita refleksi lima tahun terakhir, banyak yang telah tercapai baik dari peningkatan nilai produksi, dari 2,9 menjadi 3,9 triliun atau permintaan batik yang mengalami peningkatan sekitar 56 persen, ataupun peningkatan ekspor yang mencapai 69 juta jika kita totalkan semua produk dan turunan batik," terang Mari. "Usaha batik menjadi penggerak kegiatan ekonomi rakyat dengan jumlah tenaga kerja yang hampir mencapai 1 juta orang, sebagian besar wanita yang sangat membantu perekonomian rakyat dan perekonomian berbasis wanita," tambahnya.
Sebagai apresiasi kepada para pengrajin dan pecinta batik, dalam kesempatan tersebut Ibu Ani menyerahkan buku Batikku, Pengabdian Cinta Tak Berkata karya Ibu Negara kepada 24 nara sumber, pengrajin dan pelaku industri batik.
"Kedatangan kita ke Pekalongan karena ingin bersama-sama dengan masyarakat Pekalongan pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya untuk memperingati Hari Batik Nasional 2011. Hal ini kami lakukan karena tiada lain karena merupakan apresiasi yang tinggi dari kita semua terhadap kota Pekalongan yang sejak jaman dahulu terkenal sebagai kota batik," Ibu Ani menerangkan.
"Saya membawa rombongan besar dari Jakarta. Tadi panitia sudah menyiapkan kantung lipat besar kepada rombongan, gunakan kantong tadi untuk mengisi sebanyak-banyaknya batik dari Pekalongan. Yang penting keretanya penuh dengan batik ketika kembali ke Jakarta," seru Ibu Ani disambut tepuk tangan undangan yang hadir. "Mari kita belanja sambil beramal, semoga keikhlasan hati kita dapat membantu dan memperkuat ekonomi saudara-saudara kita di Pekalongan," kata Ibu Ani.
Ibu Ani juga mendorong kaum perempuan untuk tidak hanya memproduksi batik, tapi juga ikut mempelajari pemasaran batiknya. Di akhir acara, Ibu Ani berkesempatan berdialog dengan para pengrajin dan pecinta batik yang hadir pada acara tersebut, serta meninjau pameran batik.
Hadir dalam acara peringatan Hari Batik Nasional 2011 antara lain Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Menteri Kebudayaan dan Periwisata Jero Wacik, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari.
Usai acara di Lapangan Jetayu , Ibu Ani Bambang Yudhoyono bersama Ibu Herawati Boediono meninjau Museum Batik Pekalongan, Senin (3/10) siang. Lokasi Museum Batik hanya berjarak 100 meter dari Lapangan Jetayu, Kota Pekalongan, tempat berlangsungnya peringatan Hari Batik Nasional 2011. Museum Batik ini diresmikan Presiden SBY pada tanggal 12 Oktober 2006.
Sebelum memasuki Museum Batik, Ibu Ani dan Ibu Herawati melukis di atas payung dengan canting yang diikuti secara serentak oleh 1000 orang pembatik payung yang terdiri dari 750 perempuan, 200 pelajar, dan 50 orang seniman. Rampak gendang mengiringi para pembatik melukis payung.
Di Museum Batik, Ibu Ani dan rombongan berkeliling melihat koleksi-koleksi batik nasional. Pengelola museum, Zahir Widadi menjelaskan kepada Ibu Ani semua koleksi yang dimiliki Museum Batik Pekalongan.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Batik Nasional 2011 di Lapangan Jetayu, Ibu Ani menekankan pentingnya museum untuk melindungi budaya bangsa. "Untuk dapat melindungi budaya sebagai warisan budaya, keberadaan museum sebagai referensi budaya sangatlah penting. Tantangannya bagi kita semua adalah bagaimana menyampaikan kepada masyarakat bahwa datang ke museum itu sangat penting," tegas Ibu Ani.
"Museum adalah tempat yang mendidik dan tempat mempelajari serta mengetahui sejarah dan budaya bangsa. Banyak museum yang kita miliki, salah satunya adalah Museum Batik Pekalongan. Museum Batik ini dapat mentransmisikan sejarah, makna simbolis, tradisi dan semua hal yang terkait dengan batik agar batik dapat tetap eksis dan dicintai masyarakatnya," Ibu Ani menjelaskan.
"Dengan adanya identitas dan jati diri yang melekat pada bangsa Indonesia, kita akan semakin percaya diri untuk berdiri tegak diantara bangsa-bangsa lain di dunia. Apalagi ketika Unesco telah menetapkan batik menjadi warisan budaya tak benda bagi kemanusiaan pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, membuat kita semakin semangat untuk melestarikannya. Semangat itu tumbuh subur pada masyarakat Indonesia. Salah satunya kita buktikan dengan kehadiran kita di Pekalongan hari ini yang juga merupakan rangkaian World Batik Summit 2011," ujar Ibu Ani.
Batik juga memegang peran yang penting dalam perekonomian Indonesia sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi rakyat. "Industri batik telah menyerap tenaga kerja yang sangat besar, dari proses pembuatannya hingga pemasarannya. Bahkan di era globalisasi sekarang ini, di dalam negeri batik memiliki pangsa pasar yang besar. Kreativitas pembatik dalam menciptakan pola, desain dan fungsi batik telah mampu bersaing dalam pasar nasional maupun global," terangnya.
"Semua potensi dan bakat dalam bidang batik juga harus didukung dengan pengembangan kapasitas di setiap mata rantai pembuatan batik. Penguasaan menejemen mulai dari produksi, pemasaran, hingga pelayanan purna jual perlu terus ditingkatkan. Kita juga perlu memperhatikan aspek lain seperti regenerasi pembatik, pembuat cap dan canting, memfasilitasi perlindungan kepada hak kekayaan intelektual, mendukung pengembangan desain dan kualitas menejemen limbah," Ibu Ani menerangkan.
Satu hal yang khas dalam proses produksi batik, menurut Ibu Ani adalah tingginya keterlibatan perempuan. "Mayoritas pembatik adalah perempuan, baik yang bekerja di rumah atau di sentra produksi. Fakta ini menunjukkan bahwa perkembangan industri batik sejalan dengan usaha pemberdayaan perempuan yang berarti pula peningkatan kesejahteraan perempuan. Proses pembatikan yang dilakukan perempuan di rumahnya masing-masing juga merupakan sarana efektif dalam pewarisan budaya batik kepada generasi berikutnya. Mereka akan tambah bersemangat jika hasil karyanya dibeli dan digunakan orang," ujar Ibu Ani.
"Oleh karena itu, mari kita dorong kaum perempuan tidak hanya memproduksi batik tapi juga memasarkan sehingga kesejahteraannya meningkat," jelas Ibu Ani.
Sementara itu Dalam sambutannya, Walikota Pekalongan Mohammad Basyir Ahmad berharap kedatangan Ibu Ani dan Ibu Herawati ke Kota Pekalongan dapat meningkatkan citra batik Pekalongan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional. "Terima kasih Ibu, Ibu Ani dan Ibu Herawati sudah menyumbangkan koleksi batiknya kepada Museum Batik yang diresmikan pada tanggal 12 juli 2006 oleh Bapak Presiden SBY. Semoga Museum Batik semakin ramai dikunjungi masyarakat," ujar Basyir Ahmad.
Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa Pekalongan merupakan salah satu sentra batik utama di Indonesia. "Pekalongan mempunyai potensi untuk mengembangkan batik karena didukung pengrajin batik yang handal, ketersediaan bahan baku, dan distribusi pemasaran yang handal. Pekalongan adalah bandar batik terbesar di Indonesia," kata Mari.
"Kita patut bergembira dengan perkembangan batik di tanah air selama beberapa tahun terakhir. Kalau kita refleksi lima tahun terakhir, banyak yang telah tercapai baik dari peningkatan nilai produksi, dari 2,9 menjadi 3,9 triliun atau permintaan batik yang mengalami peningkatan sekitar 56 persen, ataupun peningkatan ekspor yang mencapai 69 juta jika kita totalkan semua produk dan turunan batik," terang Mari. "Usaha batik menjadi penggerak kegiatan ekonomi rakyat dengan jumlah tenaga kerja yang hampir mencapai 1 juta orang, sebagian besar wanita yang sangat membantu perekonomian rakyat dan perekonomian berbasis wanita," tambahnya.
Sebagai apresiasi kepada para pengrajin dan pecinta batik, dalam kesempatan tersebut Ibu Ani menyerahkan buku Batikku, Pengabdian Cinta Tak Berkata karya Ibu Negara kepada 24 nara sumber, pengrajin dan pelaku industri batik.
"Kedatangan kita ke Pekalongan karena ingin bersama-sama dengan masyarakat Pekalongan pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya untuk memperingati Hari Batik Nasional 2011. Hal ini kami lakukan karena tiada lain karena merupakan apresiasi yang tinggi dari kita semua terhadap kota Pekalongan yang sejak jaman dahulu terkenal sebagai kota batik," Ibu Ani menerangkan.
"Saya membawa rombongan besar dari Jakarta. Tadi panitia sudah menyiapkan kantung lipat besar kepada rombongan, gunakan kantong tadi untuk mengisi sebanyak-banyaknya batik dari Pekalongan. Yang penting keretanya penuh dengan batik ketika kembali ke Jakarta," seru Ibu Ani disambut tepuk tangan undangan yang hadir. "Mari kita belanja sambil beramal, semoga keikhlasan hati kita dapat membantu dan memperkuat ekonomi saudara-saudara kita di Pekalongan," kata Ibu Ani.
Ibu Ani juga mendorong kaum perempuan untuk tidak hanya memproduksi batik, tapi juga ikut mempelajari pemasaran batiknya. Di akhir acara, Ibu Ani berkesempatan berdialog dengan para pengrajin dan pecinta batik yang hadir pada acara tersebut, serta meninjau pameran batik.
Hadir dalam acara peringatan Hari Batik Nasional 2011 antara lain Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Menteri Kebudayaan dan Periwisata Jero Wacik, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari.
Usai acara di Lapangan Jetayu , Ibu Ani Bambang Yudhoyono bersama Ibu Herawati Boediono meninjau Museum Batik Pekalongan, Senin (3/10) siang. Lokasi Museum Batik hanya berjarak 100 meter dari Lapangan Jetayu, Kota Pekalongan, tempat berlangsungnya peringatan Hari Batik Nasional 2011. Museum Batik ini diresmikan Presiden SBY pada tanggal 12 Oktober 2006.
Sebelum memasuki Museum Batik, Ibu Ani dan Ibu Herawati melukis di atas payung dengan canting yang diikuti secara serentak oleh 1000 orang pembatik payung yang terdiri dari 750 perempuan, 200 pelajar, dan 50 orang seniman. Rampak gendang mengiringi para pembatik melukis payung.
Di Museum Batik, Ibu Ani dan rombongan berkeliling melihat koleksi-koleksi batik nasional. Pengelola museum, Zahir Widadi menjelaskan kepada Ibu Ani semua koleksi yang dimiliki Museum Batik Pekalongan.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Batik Nasional 2011 di Lapangan Jetayu, Ibu Ani menekankan pentingnya museum untuk melindungi budaya bangsa. "Untuk dapat melindungi budaya sebagai warisan budaya, keberadaan museum sebagai referensi budaya sangatlah penting. Tantangannya bagi kita semua adalah bagaimana menyampaikan kepada masyarakat bahwa datang ke museum itu sangat penting," tegas Ibu Ani.
"Museum adalah tempat yang mendidik dan tempat mempelajari serta mengetahui sejarah dan budaya bangsa. Banyak museum yang kita miliki, salah satunya adalah Museum Batik Pekalongan. Museum Batik ini dapat mentransmisikan sejarah, makna simbolis, tradisi dan semua hal yang terkait dengan batik agar batik dapat tetap eksis dan dicintai masyarakatnya," Ibu Ani menjelaskan.
Ornamen motif batik
Ornamen motif batik terdiri atas ornamen utama dan ornamen pengisi bidang.
a. Ornamen utama adalah suatu ragam hias yang mempunyai arti, sehingga susunan ornamen-ornamen itu dalam suatu motif membuat jiwa atau arti daripada motif itu sendiri.
Contoh:
b. Ornamen tambahan tidak mempunyai arti dalam pembentukan motif dan berfungsi sebagai pengisi bidang. Bentuk lebih kecil dan sederhana. Dalam satu motif dapat diisi satu atau beberapa ornament pengisi.
Isen motif batik
a. Ornamen utama adalah suatu ragam hias yang mempunyai arti, sehingga susunan ornamen-ornamen itu dalam suatu motif membuat jiwa atau arti daripada motif itu sendiri.
Contoh:
- Sawat atau lar, melambangkan mahkota atau penguasa tertinggi
- Meru melambangkan gunung atau tanah
- Lidah api atau Modang, melambangkan nyala api
- Ular/naga, melambangkan air
- Burung, melambangkan angin
b. Ornamen tambahan tidak mempunyai arti dalam pembentukan motif dan berfungsi sebagai pengisi bidang. Bentuk lebih kecil dan sederhana. Dalam satu motif dapat diisi satu atau beberapa ornament pengisi.
Isen motif batik
Motif batik terdiri dari ornamen utama dan ornamen pengisi. Isen motif batik adalah berupa titik-titik, garis-garis, gabungan titik dan garis yang berfungsi untuk mengisi ornamen-ornamen dari motif atau pengisi bidang diantara ornamen-ornamen tersebut.
Isen motif ada bermacam-macam dan sekarang masih berkembang, seperti: cecek, cecek pitu, sisik melik, cecek sawut, cecek sawu daun, sisik gringsing, galaran, rambutan, sirapan, cacah gori, dan sebagainya.
Kamis, 10 Mei 2012
Merawat Batik supaya Tetap Cantik
Kain batik menyimpan begitu banyak hal yang patut dibanggakan. Pembuatan dan proses hingga terciptanya sebuah kain batik tidak mudah. Batik sendiri merupakan sebuah karya seni yang unik. Penting untuk merawat batik agar selalu cantik dan terawat. Berikut tips dari desainer Edward Hutabarat untuk menjaga batik agar tetap cantik:
1. Jika ingin mencuci kain batik, siapkan empat ember. Isi ember pertama dengan air hangat yang sudah ditambahkan cairan pencuci kain batik khusus untuk mengeluarkan debu dan kotorannya. Jika kainnya antik, jangan pernah mengucek, tetapi kalau kain baru tak masalah. Hindari pencucian kain batik di dalam mesin cuci.
2. Bilas dengan air dingin pada ember kedua, ketiga, dan keempat.
3. Jangan diperas. Letakkan kain di dalam handuk kering. Tepuk-tepuk kain dengan handuk tersebut.
4. Untuk menjemur, gunakan pipa pralon atau batang bambu melintang agar kain tidak berlipat dan kehilangan bentuk. Jangan menarik kain hingga terlalu datar, biarkan bagian tengahnya mengerut sedikit.
5. Saat menjemur, pastikan tidak terkena paparan matahari langsung karena bisa merusak warnanya. Paling bagus adalah menjemurnya di bawah pohon rindang.
6. Saat menyetrika, gunakan kain paris di antara setrika dan kain untuk meredam panas. Gunakan seterika panas.
7. Untuk penyimpanan, lipat seperti melipat bendera, dengan bentuk memanjang sekitar 4 kali lipatan. Jepit kain dengan penjepit yang sudah diberikan spons agar kain tidak terluka. Simpan dengan posisi tergantung. Untuk batik yang sudah berbentuk busana, berikan spons pada hanger supaya kainnya tidak berubah bentuk.
8. Siapkan kain tile kecil, buat kantong berisi lada putih, letakkan di sudut-sudut lemari untuk mengusir ngengat. Jangan gunakan kapur barus karena terlalu keras.
9. Hindari penyemprotan parfum ke kain batik. Setiap tiga bulan sekali, keluarkan dari kain batik dari lemari untuk diangin-anginkan.
1. Jika ingin mencuci kain batik, siapkan empat ember. Isi ember pertama dengan air hangat yang sudah ditambahkan cairan pencuci kain batik khusus untuk mengeluarkan debu dan kotorannya. Jika kainnya antik, jangan pernah mengucek, tetapi kalau kain baru tak masalah. Hindari pencucian kain batik di dalam mesin cuci.
2. Bilas dengan air dingin pada ember kedua, ketiga, dan keempat.
3. Jangan diperas. Letakkan kain di dalam handuk kering. Tepuk-tepuk kain dengan handuk tersebut.
4. Untuk menjemur, gunakan pipa pralon atau batang bambu melintang agar kain tidak berlipat dan kehilangan bentuk. Jangan menarik kain hingga terlalu datar, biarkan bagian tengahnya mengerut sedikit.
5. Saat menjemur, pastikan tidak terkena paparan matahari langsung karena bisa merusak warnanya. Paling bagus adalah menjemurnya di bawah pohon rindang.
6. Saat menyetrika, gunakan kain paris di antara setrika dan kain untuk meredam panas. Gunakan seterika panas.
7. Untuk penyimpanan, lipat seperti melipat bendera, dengan bentuk memanjang sekitar 4 kali lipatan. Jepit kain dengan penjepit yang sudah diberikan spons agar kain tidak terluka. Simpan dengan posisi tergantung. Untuk batik yang sudah berbentuk busana, berikan spons pada hanger supaya kainnya tidak berubah bentuk.
8. Siapkan kain tile kecil, buat kantong berisi lada putih, letakkan di sudut-sudut lemari untuk mengusir ngengat. Jangan gunakan kapur barus karena terlalu keras.
9. Hindari penyemprotan parfum ke kain batik. Setiap tiga bulan sekali, keluarkan dari kain batik dari lemari untuk diangin-anginkan.
Kamis, 19 April 2012
Sabun Khusus Pencuci Batik
Seperti Anda ketahui, batik adalah kain yang spesial. Umumnya, kain batik dikenakan untuk acara-acara khusus. Seperti pada saat upacara pernikahan, upacara keluarga, dan lainnya. Supaya tidak cepat rusak atau pudar, kain batik harus dirawat dengan baik dan benar.
Menyadari arti penting batik bagi bangsa Indonesia, PT KAO yang berdiri sejak 25 tahun di Indonesia berusaha mengembangkan cairan pencuci khusus untuk batik.
Perusahaan Jepang ini mengeluarkan cairan pencuci batik yang diberi nama Attack Batik Cleaner. "Kami sering mendapatkan telepon dari pelanggan yang menanyakan apakah kami memiliki produk pencuci khusus untuk batik," terang Diana Laksmono, Category Manager, Marketing Division pada acara peluncuran di Museum Nasional.
Peluncuran Attack Batik Cleaner ini dikemas dengan kerjasama bersama desainer Edward Hutabarat untuk mengkampanyekan keindahan dan nilai luhur dari batik itu kepada masyarakat. Kampanye tersebut diberi nama "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar".
"Banyak konsumen memisahkan batik dari pencucian baju lain. Kain batik itu pun dirawat dengan sungguh-sungguh, tidak dikucek, tidak diperas, dan tidak dijemur langsung di bawah matahari. Bahkan ada yang mencuci baju batik dengan shampo bayi atau sabun badan yang dikira lebih lembut. Kini, kami berupaya membuat sabun yang cukup lembut untuk batik tanpa merusak kainnya," ujar Seiji Kikuta, Senior Manager Product Development PT KAO Indonesia.
Produk yang hanya diciptakan untuk konsumen Indonesia ini dikeluarkan dalam bentuk botolan dengan isi 270 ml. Tersedia di toko-toko besar dengan harga sekitar Rp 20.000. Untuk kain batik baru, cara pencuciannya mirip pencucian baju biasa, namun untuk kain batik antik, perhatikan cara pencuciannya.
Ketika ditanyakan apakah produk ini seperti lerak yang dipercaya bisa menjaga warna batik dan apakah akan bersifat keras seperti deterjen lain, Diana menjawab, "Produk ini tidak mengandung banyak fosfat, sehingga lebih lembut ketimbang pencucian dengan deterjen biasa. Lebih ramah lingkungan ketimbang deterjen biasa juga. Produk ini sifatnya untuk membersihkan, bukan untuk mengeluarkan warna dari batik itu."
Menyadari arti penting batik bagi bangsa Indonesia, PT KAO yang berdiri sejak 25 tahun di Indonesia berusaha mengembangkan cairan pencuci khusus untuk batik.
Perusahaan Jepang ini mengeluarkan cairan pencuci batik yang diberi nama Attack Batik Cleaner. "Kami sering mendapatkan telepon dari pelanggan yang menanyakan apakah kami memiliki produk pencuci khusus untuk batik," terang Diana Laksmono, Category Manager, Marketing Division pada acara peluncuran di Museum Nasional.
Peluncuran Attack Batik Cleaner ini dikemas dengan kerjasama bersama desainer Edward Hutabarat untuk mengkampanyekan keindahan dan nilai luhur dari batik itu kepada masyarakat. Kampanye tersebut diberi nama "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar".
"Banyak konsumen memisahkan batik dari pencucian baju lain. Kain batik itu pun dirawat dengan sungguh-sungguh, tidak dikucek, tidak diperas, dan tidak dijemur langsung di bawah matahari. Bahkan ada yang mencuci baju batik dengan shampo bayi atau sabun badan yang dikira lebih lembut. Kini, kami berupaya membuat sabun yang cukup lembut untuk batik tanpa merusak kainnya," ujar Seiji Kikuta, Senior Manager Product Development PT KAO Indonesia.
Produk yang hanya diciptakan untuk konsumen Indonesia ini dikeluarkan dalam bentuk botolan dengan isi 270 ml. Tersedia di toko-toko besar dengan harga sekitar Rp 20.000. Untuk kain batik baru, cara pencuciannya mirip pencucian baju biasa, namun untuk kain batik antik, perhatikan cara pencuciannya.
Ketika ditanyakan apakah produk ini seperti lerak yang dipercaya bisa menjaga warna batik dan apakah akan bersifat keras seperti deterjen lain, Diana menjawab, "Produk ini tidak mengandung banyak fosfat, sehingga lebih lembut ketimbang pencucian dengan deterjen biasa. Lebih ramah lingkungan ketimbang deterjen biasa juga. Produk ini sifatnya untuk membersihkan, bukan untuk mengeluarkan warna dari batik itu."
Rabu, 08 Februari 2012
Habis Dicuci, Batik Kok Bisa Susut?
Paling kesal kalau Anda habis kalap berbelanja pakaian batik, dan mendapati batik tersebut susut setelah dicuci sekali saja. Mengapa bisa begitu, bahkan bentuknya pun berubah?
Menurut Nur Cahyo, pemilik Rumah Batik Cahyo di Pekalongan, setiap kain batik pada dasarnya akan menyusut. Susutnya tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai 5 - 10 cm! Karena itu, pembatik harus memperhitungkan ukuran kain sebelum memotongnya.
"Jadi pas memotong kain, panjangnya dilebihi sekian senti. Kain (yang sudah dilukis batik) itu sendiri tidak akan susut karena sudah melewati proses lorod dua atau tiga kali," ujar Cahyo, saat menerima kunjungan wartawan bersama desainer Edward Hutabarat dan PT Kao Indonesia di rumah batiknya.
Menurut Cahyo, batik yang menyusut setelah dicuci itu biasanya yang dijual dalam bentuk jadi (kemeja, celana pendek atau panjang), dan terbuat dari kain krayon. Sedangkan kain batik yang banyak dijual di toko atau di pameran, biasanya terbuat dari katun atau sutera.
"Kalau bentuknya kain batik, tidak mungkin susut," tegasnya. Kalau Anda membeli kain batik, ukur saja panjangnya. Setelah mencucinya, ukur kembali panjangnya. Pasti masih sama!
Agar warna batik tak cepat pudar, sebaiknya Anda juga memerhatikan cara mencucinya. Saat mencuci batik, jangan mencampur pakaian batik dengan pakaian lain. Lalu, menggunakan sabun khusus pencuci batik seperti Attack Batik Cleaner, yang kandungan deterjennya tidak terlalu keras. Setelah dibilas, bahan batik tak perlu diperas dengan cara memelintirnya.
"Setelah ditiriskan, taruh handuk, lalu hamparkan kain batik di atasnya. Kemudian batik digulung bersama dengan handuknya," demikian saran Harris Pranata Wijaya, Associate Brand Manager PT Kao Indonesia.
Pakaian yang sudah bersih lalu bisa digantung di pralon atau bambu, bukan di jemuran kawat yang bisa mengubah bentuknya. Saat menyimpan di lemari, sebaiknya jangan menggunakan kamper untuk mencegah kelembaban di dalam lemari, melainkan bubuk lada putih.
Menurut Nur Cahyo, pemilik Rumah Batik Cahyo di Pekalongan, setiap kain batik pada dasarnya akan menyusut. Susutnya tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai 5 - 10 cm! Karena itu, pembatik harus memperhitungkan ukuran kain sebelum memotongnya.
"Jadi pas memotong kain, panjangnya dilebihi sekian senti. Kain (yang sudah dilukis batik) itu sendiri tidak akan susut karena sudah melewati proses lorod dua atau tiga kali," ujar Cahyo, saat menerima kunjungan wartawan bersama desainer Edward Hutabarat dan PT Kao Indonesia di rumah batiknya.
Menurut Cahyo, batik yang menyusut setelah dicuci itu biasanya yang dijual dalam bentuk jadi (kemeja, celana pendek atau panjang), dan terbuat dari kain krayon. Sedangkan kain batik yang banyak dijual di toko atau di pameran, biasanya terbuat dari katun atau sutera.
"Kalau bentuknya kain batik, tidak mungkin susut," tegasnya. Kalau Anda membeli kain batik, ukur saja panjangnya. Setelah mencucinya, ukur kembali panjangnya. Pasti masih sama!
Agar warna batik tak cepat pudar, sebaiknya Anda juga memerhatikan cara mencucinya. Saat mencuci batik, jangan mencampur pakaian batik dengan pakaian lain. Lalu, menggunakan sabun khusus pencuci batik seperti Attack Batik Cleaner, yang kandungan deterjennya tidak terlalu keras. Setelah dibilas, bahan batik tak perlu diperas dengan cara memelintirnya.
"Setelah ditiriskan, taruh handuk, lalu hamparkan kain batik di atasnya. Kemudian batik digulung bersama dengan handuknya," demikian saran Harris Pranata Wijaya, Associate Brand Manager PT Kao Indonesia.
Pakaian yang sudah bersih lalu bisa digantung di pralon atau bambu, bukan di jemuran kawat yang bisa mengubah bentuknya. Saat menyimpan di lemari, sebaiknya jangan menggunakan kamper untuk mencegah kelembaban di dalam lemari, melainkan bubuk lada putih.
Senin, 19 Desember 2011
Tips dan Trik Merawat Batik
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar busana, kain batik atau seragam batik Anda tetap indah, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan. Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran.
2. Pada saat mencuci batik jangan digosok dan jangan gunakan deterjen. Jika batik Anda tidak terlalu kotor maka Anda bisa mencucinya dengan air hangat. Tapi jika batik Anda terkena noda maka Anda bisa mencucinya cukup dengan sabun mandi saja. Akan tetapi jika nodanya masih membandel maka Anda bisa menghilangkannya dengan kulit jeruk pada bagian yang kotor saja. Janganlah mencuci kain batik dengan menggunakan mesin cuci.
3. Setelah kotoran hilang Anda harus menjemurnya di tempat yang teduh tetapi Anda tidak perlu memerasnya, biarkan saja kain tersebut mengering secara alami. Pada saat menjemur sebaiknya Anda tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali seperti sediakala.
4. Hindari penyetrikaan secara langsung, jika terlalu kusut Anda bisa semprotkan air di atas kain batik Anda lalu lapisi batik Anda dengan kain lainnya. Hal ini untuk menghindari kain batik Anda terkena panas langsung dari setrikaan.
5. Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain. Sebaiknya Anda tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.
6. Sesudah disetrika sebaiknya Anda simpan batik Anda dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Sebaiknya Anda jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik Anda. Ada baiknya Anda beri merica atau lada yang dibungkus dengan tisu lalu masukkan dalam lemari pakaian Anda untuk mengusir ngengat. Atau Anda bisa menggunakan akar wangi yang sebelumnya Anda celup ke dalam air panas kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi tersebut kering Anda baru bisa menggunakannya.
1. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan. Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran.
2. Pada saat mencuci batik jangan digosok dan jangan gunakan deterjen. Jika batik Anda tidak terlalu kotor maka Anda bisa mencucinya dengan air hangat. Tapi jika batik Anda terkena noda maka Anda bisa mencucinya cukup dengan sabun mandi saja. Akan tetapi jika nodanya masih membandel maka Anda bisa menghilangkannya dengan kulit jeruk pada bagian yang kotor saja. Janganlah mencuci kain batik dengan menggunakan mesin cuci.
3. Setelah kotoran hilang Anda harus menjemurnya di tempat yang teduh tetapi Anda tidak perlu memerasnya, biarkan saja kain tersebut mengering secara alami. Pada saat menjemur sebaiknya Anda tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali seperti sediakala.
4. Hindari penyetrikaan secara langsung, jika terlalu kusut Anda bisa semprotkan air di atas kain batik Anda lalu lapisi batik Anda dengan kain lainnya. Hal ini untuk menghindari kain batik Anda terkena panas langsung dari setrikaan.
5. Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain. Sebaiknya Anda tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.
6. Sesudah disetrika sebaiknya Anda simpan batik Anda dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Sebaiknya Anda jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik Anda. Ada baiknya Anda beri merica atau lada yang dibungkus dengan tisu lalu masukkan dalam lemari pakaian Anda untuk mengusir ngengat. Atau Anda bisa menggunakan akar wangi yang sebelumnya Anda celup ke dalam air panas kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi tersebut kering Anda baru bisa menggunakannya.
Langganan:
Postingan (Atom)